Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan, STIKES Bhakti Mandala Husada Slawi Perkuat Kompetensi Dosen

STIKES Bhakti Mandala Husada Slawi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi dosen sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi dosen Program Studi Farmasi dalam Pelatihan Pelatih Pemeran Standar (Training of Standardized Patient Trainers) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) pada 20–21 Juni di Grand Rohan Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, STIKES Bhakti Mandala Husada Slawi diwakili oleh Apt. Farida Fakhrunnisa, M.Farm. dan Prihastini Setyo W., M.Farm. 

Pelatihan yang diikuti oleh 106 peserta dari berbagai perguruan tinggi farmasi di Indonesia ini merupakan program rutin APTFI yang diselenggarakan dua kali dalam setahun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah strategis bagi para pendidik untuk memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta menyamakan persepsi terkait implementasi pembelajaran dan asesmen berbasis kompetensi di bidang farmasi. 

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai konsep, peran, dan teknik pelatihan standardized patient atau pemeran standar. Pemeran standar merupakan individu yang dilatih untuk memerankan kondisi pasien tertentu secara konsisten sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran maupun penilaian keterampilan klinis mahasiswa. Keberadaan pemeran standar menjadi elemen penting dalam menciptakan simulasi yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kondisi praktik pelayanan kesehatan yang sesungguhnya. 

Selain memahami teori dan konsep dasar, peserta juga memperoleh pengalaman praktik terkait penyusunan skenario kasus, teknik pemeranan pasien, komunikasi terapeutik, serta metode evaluasi pelaksanaan simulasi. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu melatih dan mempersiapkan pemeran standar yang berkualitas untuk mendukung berbagai kegiatan pembelajaran klinis maupun pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). 

Bagi STIKES Bhakti Mandala Husada Slawi , keikutsertaan dosen dalam kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan kualitas proses pendidikan. OSCE merupakan salah satu metode asesmen yang digunakan untuk mengukur kompetensi mahasiswa secara objektif dan terstruktur. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia yang memahami pengelolaan pemeran standar menjadi faktor penting dalam menjamin kualitas pelaksanaan ujian serta akurasi penilaian kompetensi mahasiswa. 

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan sistem pembelajaran dan asesmen di lingkungan STIKES Bhakti Mandala Husada Slawi . Dengan penerapan praktik terbaik yang diperoleh dari pelatihan tersebut, proses pembelajaran diharapkan semakin mampu memberikan pengalaman belajar yang autentik, meningkatkan keterampilan komunikasi mahasiswa, serta memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia praktik profesional. 

Partisipasi aktif dosen dalam berbagai kegiatan pengembangan profesional merupakan bagian dari komitmen STIKES Bhakti Mandala Husada Slawi dalam membangun budaya akademik yang unggul dan berorientasi pada mutu. Universitas menyadari bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan sarana prasarana, tetapi juga oleh kompetensi tenaga pendidik yang terus berkembang mengikuti dinamika ilmu pengetahuan dan kebutuhan layanan kesehatan. 

Melalui berbagai program peningkatan kapasitas dosen, STIKES Bhakti Mandala Husada Slawi terus berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya institusi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat


0 Comments